Pages

Subscribe:

Senin, 21 November 2011

KELAKAR RASULULLAH SAW.

by Ali Oman on Thursday, September 16, 2010 at 2:28am
Pada suatu hari dalam sebuah perjalanannya datang kepada Rasulullah SAW seorang wanita yang tua renta. Nenek tersebut adalah salah satu orang diantara hamba Allah yang gemar melaksanak ibadah dan beramal kebajikan dari semenjak masa mudanya hingga masa uzurnya. Boleh dikatakan dia adalah seorang ahli ibadah, sholat, zakat, dan puasa. Saat itu dia datang menghadang Rasulullah dengan tergopoh-gopoh ingin mempertanyakan sesuatu hal yang sampai saat ini dia simpan rapi di lubuk hatinya. Setelah ia berada tepat di hadapan Rasulullah, ia pun mengadukan apa yang selama ini terbenam tersimpan di dalam benaknya.

"Wahai Rasulullah..." kata nenek tersebut dengan sopan dan rendah diri. "Ada apa nek kok nenek kelihatan buru-buru menghadang perjalanan saya?" sambut Rasulullah dengan kedua belah tangannya yang suci seraya mengajak nenek tersebut berteduh di pinggir jalan. Nenek pun menjawab: "Begini ya Rasulullah, saya ini insyaAllah adalah salah satu orang diantara orang-orang yang percaya dan taat kepada apa yang Engkau ajarkan kepada kami, baik tentang perintah dan larangan. Apapun itu saya telah menjalaninya ya Rasulullah. Sesuai dengan apa yang telah Engkau sampaikan dan Allah janjikan, maka benarkah saya kelak akan berada di syurga ya Rasulullah?".

Rasulullah pun membenamkan wajahnya yang bersinar sejenak, kemudian mendongak dan menatap kembali kepada nenek itu dengan wajah yang berubah sedih dan air muka yang masam, seraya berkata: "Wahai nenek yang baik dan taat. Memang benar apa yang telah dijanjikan oleh Allah bahwa orang-orang yang taat akan perintah dan selalu menjauhi larangan-Nya kelak akan berada di dalam syurga. Tapi, maaf beribu maaf ya nek...saya tahu betul siap nenek. Nenek adalah ahli ibadah dan sholat, tapi sekali lagi ya nek, saya minta maaf, saya terpaksa menyampaikan hal ini kepada nenek bahwa: NENEK tidak akan berada di dalam syurga".


Bagaikan disambar petir di tengah siang bolong, Nenek itupun menangis tersedu-sedu berlinang air mata. Ia meratapi dan merasa sangat bersedih karena apa yang telah ia lakukan selama ini ternyata tidak berguna. Sholat lima waktu, beramal sholeh, berbuat kebajikan, dan ketaatan serta kepatuhan di dalam menjalankan perintah agama Islam dan menjauhi larangan Allah, ternyata hanya sia-sia belaka. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Meratapi nasibnya yang begitu malang.

Rasulullah pun bangkit dari duduknya mendekat menghampiri nenek itu dengan belaian tanggannya yang lembut meraih pundak nenek tua renta itu, sambil berkata: "Nek, tenang nek...yang saya maksud tadi bukannya nenek tidak akan masuk syurga, akan tetapi berhubung di syurga kelak tidak ada nenek-nenek makan nenek akan jadi muda kembali dan akan menjadi kembali cantik seperti paras muda nenek dulu yang ehmmm...."

Mendengar apa yang disampaikan oleh Rasulullah tersebut, sang nenek yang tadi nya menangis tersedu-sedu sambil meratapi nasibnya, beranjak dengan gesit dari tempat duduknya bak ABG meloncat-loncat sejadi-jadinya dan tertawa dengan tawa renyah bak seorang penonton lawak (karena terhibur) kemudian memeluk Rasulullah SAW denga sangat erat hingga Rasulullah berasa sesak nafas.

Beberapa saat kemudian ia pun ngeloyor pergi begitu saja...seraya berucap sambil tersenyum genit : "Makasih Rasul...bye bye...". Rasulullah pun geleng-geleng kepala sambil bergumam "Subhanallooh..."  melihat tingkah nenek itu. Belum habis rasa keheranan Rasulullah melihat tingkah nenek itu, sang nenekpun dari jarak yang belum begitu jauh jaraknya dari tempat Rasul berdiri, ia pun berkata dengan nada yang girang dibarengi dengan lambain tangannya: "Hahaiii Rasul... I LOVE YOU and I LOVE ALLAH...emmuaacchhh..emmuaaaccchhh..." sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Rasulullah "tuing-tuing....tuing-tuing....".

Rasulullah pun hanya tersenyum simpul melihat tingkah sang nenek. Beliapun akhirnya melanjutkan perjalanannya...........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar